SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PEMASYARAKATAN PADA UPACARA PEMBERIAN REMISI KHUSUS HARI RAYA WAISAK 2557 TANGGAL 25 MEI 2013

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita sekalian
Hadirin peserta upacara dan segenap Warga Binaan Pemasyarakatan yang berbahagia.
        Mengawali sambutan upacara pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak, marilah sejenak mengungkapkan rasa puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hidayah dan inayah Nya kepada kita semua, sehingga pada hari yang penuh kedamaian ini kita dapat memperingati Hari Raya Waisak 2557 tahun 2013.
Hari Raya Waisak atau yang sering disebut Hari Raya Trisuci Waisak; yang dirayakan oleh umat Budha dimaksudkan untuk memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pengeran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan mangkatnya sang Buddha Gautama. Tiga kejadian tersebut : kelahiran, penerangan dan  kematian. Perjalanan spiritual yang dialami beliau syarat dengan nil

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PEMASYARAKATAN PADA UPACARA PEMBERIAN REMISI KHUSUS HARI RAYA WAISAK 2557 TANGGAL 25 MEI 2013
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita sekalian
Hadirin peserta upacara dan segenap Warga Binaan Pemasyarakatan yang berbahagia.
        Mengawali sambutan upacara pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak, marilah sejenak mengungkapkan rasa puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hidayah dan inayah Nya kepada kita semua, sehingga pada hari yang penuh kedamaian ini kita dapat memperingati Hari Raya Waisak 2557 tahun 2013.
Hari Raya Waisak atau yang sering disebut Hari Raya Trisuci Waisak; yang dirayakan oleh umat Budha dimaksudkan untuk memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pengeran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan mangkatnya sang Buddha Gautama. Tiga kejadian tersebut : kelahiran, penerangan dan  kematian. Perjalanan spiritual yang dialami beliau syarat dengan nilai-nilai keteladanan, tekad yang kuat untuk meraih  martabat dan kesempurnaan hidup, sikap yang tidak terbelenggu oleh ego dan hawa nafsu serta mengedepankan sinergi antara kecerdasan dan keluasan wawasan dengan keluhuran batin dan akhlak mulia, terjadi pada hari yang sama ketika bulan purnama di bulan Waisak.
Melalui Trisuci Waisak tahun ini, diharapkan dapat memberikan contoh yang positif kepada setiap orang. Contoh positif yang dapat diteladani adalah pengembangan cinta-kasih kepada setiap makhluk hidup. Akhirnya satu harapan besar dari hari Waisak tersebut adalah bahwa setiap manusia diharapkan dapat merenungi segala perbuatannya dan setiap saat selalu hidup dengan rasa cinta-kasih tanpa kebencian, seperti yang tertulis di dalam Dhammapada, “Kebencian tidak akan selesai jika dibalas dengan kebencian, tetapi hanya dengan memaafkan dan cinta-kasihlah maka kebencian akan lenyap”.
Sebagaimana peringatan hari besar keagamaan yang lain, pada Hari Raya Waisak tahun ini, pemerintah juga memberikan pengurangan masa pidana (remisi) kepada narapidana dan anak pidana yang beragama Budha dan telah berkelakuan baik. Pemberian remisi jangan dianggap sebagai suatu bentuk kemudahan-kemudahan bagi para warga binaan pemasyarakatan untuk cepat bebas, akan tetapi pemberian remisi agar dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus memotivasi diri sehingga dapat mendorong Saudara kembali memilih jalan kebenaran.
Kesadaran untuk menerima dengan baik kegiatan pembinaan yang dilakukan di LAPAS maupun RUTAN akan berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan di masa mendatang. Perlu kita sadari bahwa setiap manusia mempunyai dua potensi dalam kehidupannya, yaitu potensi untuk berbuat baik dan potensi untuk melakukan perbuatan buruk (jahat), sehingga siapapun bisa berbuat salah atau khilaf, namun dengan tekad dan kesungguhan hati untuk memperbaiki diri niscaya masyarakat akan memberikan apresiasi dan kepercayaan kepada saudara untuk dapat berada kembali ditengah-tengah masyarakat.
Oleh karenanya pemberian remisi dimaksud hendaknya dapat dijadikan semangat dan tekad bagi warga binaan untuk mengisi hari-hari menjelang bebas dengan memperbanyak karya dan cipta yang bermanfaat bagi sesama, sehingga upaya Saudara untuk mendapatkan remisi tersebut dapat dimaknai sebagai persiapan diri dan kesungguhan untuk tidak melanggar hukum lagi yang akan sangat mendukung dan menunjang keberhasilan Saudara dalam berintegrasi dengan masyarakat tempat dimana Saudara akan kembali.
Hadirin khususnya para petugas pemasyarakatan yang saya banggakan,
Beberapa kasus narkotika yang akhir-akhir ini melibatkan para petugas pemasyarakatan, perlu menjadi keprihatinan kita semua. Kami menyadari bahwa kesejahteraan sebagai petugas pemasyarakatan saat ini masih minim, namun bukan berarti harus mengorbankan diri, anak dan keluarga dengan menafkahi mereka dari hasil yang tidak halal, sehingga tidak hanya mempermalukan diri sendiri, tetapi juga akan berimbas negatif terhadap organisasi, anak dan keluarga.
Pimpinan Kementerian Hukum dan HAM tidak segan-segan untuk menindak tegas kepada siapapun pegawai dilingkungan kementerian ini yang ingin coba-coba menyalahgunakan kewenangannya untuk keuntungan pribadi terutama menyangkut penyalahgunaan narkotika. Salah satu tindak nyata Direktorat Jenderal Pemasyarakatan adalah Pembentukan Satuan Petugas Keamanan dan Ketertiban di bawah Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : PAS.172.OT.03.01 Tahun 2011 tanggal 24 Maret 2011, yang mempunyai tugas pokok diantaranya :
  1. Melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.
  2. Melakukan penindakan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.
  3. Melakukan pembinaan dan pemantapan tugas keamanan dan ketertiban terhadap Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.
Dalam Konteks tugas dan fungsi Pemasyarakatan, tentu kita tidak dapat menutup mata bahwa institusi kita belum sepenuhnya sempurna, masih terdapat celah-celah kesalahan. Selain itu citra dan kondisi Pemasyarakatan di publik diperparah dengan adanya oknum-oknum tak bertanggung jawab dilapangan yang rela menjual integritasnya sebagai penegak hukum hanya untuk kepentingan pribadi.
Terhadap penilaian publik “bahwa penegakkan hukum seolah dapat dimainkan, dipelintirkan, bahkan hanya berpihak kepada mereka yang memiliki status yang tinggi”, hendaknya harus dimaknai sebagai saran dan kritik membangun untuk perbaikan dan kemajuan Pemasyarakatan dimasa mendatang. Ekspektasi publik tentu tidak bisa dibendung, melawan, membantah bahkan menjadikan kontra produktif, oleh sebab itu ketidakpercayaan publik tersebut harus kita jawab dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, berintegrasi dan profesional.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Kepala UPT Pemasyarakatan yang telah menunjukan dedikasi, loyalitas dan pengabdiannya menunjukan inovasi dan kreasinya dalam mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan keterampilan bagi para warga binaan Pemasyarakatan.
Salah satunya adalah kegiatan seminar sehari dengan tema “Aplikasi Model Usaha Industri Kecil Menangah Binaan Lapas dan Rutan” serta Pameran Produk Unggulan Lapas di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, JL. Jenderal Gatot Subroto Kav. 52-53, Jakarta Selatan. Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya karena kegiatan tersebut dapat memberikan citra yang positif khususnya jajaran Pemasyarakatan. Untuk itu kegiatan tersebut perlu dilanjutkan dan ditingkatkan agar dimasa yang akan datang dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dengan lebih banyak melibatkan UPT Pemasyarakatan. Karena kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dalam meningkatkan proses pembinaan Kemandirian Warga Binaan Pemasyarakaatan.
Saya memahami betapa beratnya tugas dan tanggung jawab yang dipikul insan Pemasyarakatan akan tetapi yakinlah bahwa pengabdian kita ini sangat mulia, dalam kemuliaan tersebut terdapat dua sisi yang saling menunjang yang tentunya sangat bermanfaat dan memberikan kontribusi positif dalam mendukung program pemerintah melalui profesi yang kita tekuni saat ini, di sisi lain apabila tugas dan tanggung jawab yang kita lakukan di awali dengan ibadah, niscaya kita adalah termasuk salah satu mahluk Tuhan yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat.
Hadirin peserta upacara yang berbahagia,
Pada akhirnya, kiranya tidak berlebihan apabila saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Instansi Pemerintah terkait lainnya  yang telah turut ambil bagian dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana. Saya berharap kerjasama ini dapat berlanjut dan ditingkatkan untuk masa-masa yang akan datang.
Kepada warga binaan pemasyarakatan, saya mengucapkan selamat bagi yang memperoleh remisi, dan khususnya kepada warga binaan pemasyarakatan yang hari ini bebas, saya pesankan kiranya saudara dapat kembali ke masyarakat sebagai warga masyarakat yang baik dan taat hukum serta dapat menjadi insan pembangunan yang bertanggung jawab.
Dan kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan, saya ucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap pengabdian dan dedikasi saudara dalam menjalankan tugas yang sangat mulia ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing saudara-saudara sebagai insan pengayom yang berakhlak mulia, jujur, berdisiplin, dan bertanggung jawab. Tingkatkan terus kemampuan profesional dan integritas moral saudara untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin berat.
Sebagai penutup dalam sambutan ini, atas nama jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, saya ucapkan SELAMAT HARI RAYA WAISAK 2557 TAHUN 2013 bagi hadirin dan warga binaan pemasyarakatan yang merayakannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
DIREKTUR JENDERAL PEMASYARAKATAN
  
 TTD  
 
MOCHAMAD SUEB
NIP. 19540726 197709 1 001
Sumber : http://ditjenpas.go.id/article/article.php?id=380

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0