Sipir Paling Dulu Masuk Surga

SURYA Online, SIDOARJO - Masjid Nurul Fuad yang ada di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong berubah menjadi ajang curhat saat Anton Medan memberikan siraman rohani terhadap nara pidana (Napi), Selasa (23/7/2013). Maklmum orang yang memberikan tausiyah itu adalah 'lulusan' 14 penjara di Indonesia dalam kasus pembunuhan dan perampokan. Gelak tawa dan tepuk tangan pun  menggema dari dalam Masjid Nurul Fuad. Ratusan napi yang menjadi warga binaan lapas seolah tak peduli dengan terik panas saat mendengar santapan rohani dari Anton Medan yang juga Ketua PITI Pusat itu. Ceramah agama yang diberikan pun tidak terlalu serius tapi bisa diterima dan dipahami penghuni lapas. Kebanyakan nada canda yang terlontar sehingga mengundang gelak tawa, termasuk para sipir penjara. Sipir bersama Kepala Lapas disebutnya orang yang pantas lebih dulu masuk sorga. Sipir adalah PNS yang gajinya paling kecil tetapi tanggung jawabnya paling besar. “Tet

Sipir Paling Dulu Masuk Surga
SURYA Online, SIDOARJO - Masjid Nurul Fuad yang ada di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong berubah menjadi ajang curhat saat Anton Medan memberikan siraman rohani terhadap nara pidana (Napi), Selasa (23/7/2013). Maklmum orang yang memberikan tausiyah itu adalah 'lulusan' 14 penjara di Indonesia dalam kasus pembunuhan dan perampokan. Gelak tawa dan tepuk tangan pun  menggema dari dalam Masjid Nurul Fuad. Ratusan napi yang menjadi warga binaan lapas seolah tak peduli dengan terik panas saat mendengar santapan rohani dari Anton Medan yang juga Ketua PITI Pusat itu. Ceramah agama yang diberikan pun tidak terlalu serius tapi bisa diterima dan dipahami penghuni lapas. Kebanyakan nada canda yang terlontar sehingga mengundang gelak tawa, termasuk para sipir penjara. Sipir bersama Kepala Lapas disebutnya orang yang pantas lebih dulu masuk sorga. Sipir adalah PNS yang gajinya paling kecil tetapi tanggung jawabnya paling besar. “Tetapi kalau sipir kerjanya nggak bener ya ke surganya paling belakang,” gurau Anton Medan dan  disambut tepukan para napi. Tausiyah selama satu jam lebih tersebut membuat napi puas. Bahkan minta tambah sampai Shalat Ashar. "Terus terus," teriak napi. Anton Medan yang mengaku masuk penjara sejak usia 12 tahun, langsung melontarkan kalimat gurauan "memang aku ini mobil disuruh terus". Anton lantas mengisahkan, ia pertama kali masuk penjara pada usia 12 tahun karena membunuh seseorang. Semasa kecil itu, Anton sebagai buruh cuci mobil di terminal. Ketika mencuci mobil uang yang ada di saku dirampas  padahal uang itu hasil dari jerih payahnya. Karena dicaci dan diejek, Anton lantas mengambil gergaji es batu dan disabetkan dan orang tersebut meninggal dunia. "Ini semua karena keadaan. Jadi orang yang ada di Lapas ini bukan semuanya penjahat," kata Anton. Anton datang ke Lapas didampingi Ketua DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, Edwin Suryalaksana. Rangkaian acara ini akan dilanjutkan, Rabu (24/7/2013) ke Lapas Lowok Waru dan Lapas Wanita di Kota Malang. Kunjungan ini untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan karena kebanyakan Lapas atau Rutan yang ada tidak sebanding dengan jumlah napi yang ada. Hal tersebut bisa memicu ketidakpuasan terhadap warga binaan sehingga harus dicegah. Ketidakpuasan itu telah memunculkan  kerusuhan di Lapas Tanjung Gusta. Pemerintah perlu membangun Lapas baru untuk mengatasi ini. Hal yang juga disayangkan adalah cara kerja Wamenkum HAM, Denny Indrayana, yang dalam sidaknya ke lapas tidak dikoordinasikan dulu dengan Kepala Lapas. Cara sidak seperti ini seakan tidak mempercayai Kalapas, padahal banyak petugas yang bekerja beneran. "Lebih baik Wamen itu dikembalikan ke habitatnya sebagai LSM," kata Anton. Di kalangan napi Lapas Porong, Anton Medan bukan orang baru. Ia dianggap tokoh yang bergelimang dosa tapi kini telah berubah menjadi mubalig. Di akhir sesi Anton sempat ditanya salah seorang napi kasus narkoba,  selama di penjara apa saja yang ia lakukan sehingga bisa berubah seperti ini. Anton lantas menjawab jika selama dirinya di penjara tidak pernah menyakiti sesama napi atau orang lain. Bahkan ia dipercaya sebagai tamping yang baik. "Tapi kalau di luar setiap aksi kejahatan selalu membawa dua pistol FN. Sebanyak 26 nasabah bank serta 16 toko perhiasan saya sikat. Itu dulu tapi sekarang mari kita bertaubat," pintanya. Kalapas Bambang S mengapresiasi kedatangan Anton Medan dan rombongan dari DPW PITI Jatim. Pasalnya, tausiyahnya bisa membesarkan spirit dari warga binaan. Bahkan usai bertausiyah, Anton diajak mengunjungi tempat kerajinan yang diproduksi warga binaan yang berskala ekspor. "Ini merupakan kerja sama dengan pabrik mebel. Hasilnya ini diekspor," kata Bambang. Penulis: Anas Miftakhudin Editor: Parmin Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2013/07/24/sipir-paling-dulu-masuk-surga

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0