SISTEM PENGAMANAN BARU UNTUK RUTAN DAN LAPAS

Selasa, 01 Juli 2014

    Jakarta - Sistem pengamanan di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akan diperbaharui demi menciptakan citra bahwa ada pengamanan khusus untuk mencegah kaburnya tahanan ataupun nara pidana (napi).   Kepala Subdirektorat Komunikasi Ditjen (Direktorat Jenderal) Pemasyarakatan, Akbar Hadi, mengatakan akan ada sistem sidik jari elektronik bagi pengunjung Rutan atau Lapas.   Sistem baru tersebut, lanjut Akbar Hadi, akan diterapkan di lebih dari 400 Lapas atau Rutan di seluruh Indonesia.   "Setiap pengunjung yang baru masuk wajib menempelkan sidik jarinya ke mesin sidik jari. Demikian juga saat akan keluar melalui pintu portir juga wajib menempelkan sidik jarinya ke mesin yang sudah disediakan. Bila berbunyi alarm, maka akan diproses lebih lanjut," ujar Akbar beberapa waktu lalu.   Hanya saja, menurut Akbar, untuk saat ini sistem sidik jadi bagi pengunjung baru
SISTEM PENGAMANAN BARU UNTUK RUTAN DAN LAPAS

Selasa, 01 Juli 2014

    Jakarta - Sistem pengamanan di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akan diperbaharui demi menciptakan citra bahwa ada pengamanan khusus untuk mencegah kaburnya tahanan ataupun nara pidana (napi).   Kepala Subdirektorat Komunikasi Ditjen (Direktorat Jenderal) Pemasyarakatan, Akbar Hadi, mengatakan akan ada sistem sidik jari elektronik bagi pengunjung Rutan atau Lapas.   Sistem baru tersebut, lanjut Akbar Hadi, akan diterapkan di lebih dari 400 Lapas atau Rutan di seluruh Indonesia.   "Setiap pengunjung yang baru masuk wajib menempelkan sidik jarinya ke mesin sidik jari. Demikian juga saat akan keluar melalui pintu portir juga wajib menempelkan sidik jarinya ke mesin yang sudah disediakan. Bila berbunyi alarm, maka akan diproses lebih lanjut," ujar Akbar beberapa waktu lalu.   Hanya saja, menurut Akbar, untuk saat ini sistem sidik jadi bagi pengunjung baru diterapkan di Rutan Kelas 1 Surabaya dan akan menyusul di Rutan dan Lapas lainnya.   Seperti diketahui, penerapan sidik jari bagi pengunjung didengungkan menyusul kaburnya seorang tahanan kasus narkoba bernama Asep dari Rutan Salemba, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6) lalu.   Menurut pemberitaan, Asep melarikan diri dibantu oleh istrinya. Semua berawal ketika istri Asep mengajak seorang tukang ojek bernama Sunardi untuk masuk bersamanya menjenguk Asep di Rutan Salemba.   Ketika masuk, Sunardi meninggalkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) kepada petugas dan ditukar dengan tanda pengenal internal tamu lapas.   Namun, tanpa sepengetahuan Sunardi, istri Asep telah menghafal nama KTP yang ditinggalkan Sunardi.   Selanjutnya, Asep meminta tanda pengenal pengunjung milik Sunardi.   Kemudian, secara diam-diam tanpa sepengetahuan Sunardi, Asep bersama istrinya keluar dengan mengaku bahwa dirinya adalah Abdul Gani, nama KTP yang diketahui merupakan milik Sunardi.   Sumber: http://www.beritasatu.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0