STAF DAPUR RUTAN BATANG, PETUGAS MULTIFUNGSI

Batang, INFO_PAS - Matahari belum terbit. Bahkan adzan subuh pun belum berkumandang. Namun aktifitas di dapur Rutan Batang telah dimulai. Sedikit berbeda dengan pegawai pada umumnya, staf dapur rutan telah memulai jam kerjanya pada pukul 03.00 pagi setiap harinya. Sebagai petugas pemasyarakatan yang mengemban tugas di dapur Rutan Batang tentu mempunyai beragam tantangan. Menurut Purwanto, staf dapur Rutan Batang, seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berjumlah 258 orang menerima jatah makan sesuai jadwal menu harian. "Ini merupakan tugas yang harus dikerjakan dengan penuh dedikasi sebab kebutuhan makan adalah kebutuhan manusia yang paling dasar yang wajib dipenuhi,” ujar Purwanto kepada INFO_PAS. Menjadi staf dapur, ia ibaratkan seperti gabungan pekerjaan antara seorang chef dan juga nutrisionis. Betapa tidak, sebagai petugas yang bertanggungjawab atas segala yang dimakan oleh ratus

STAF DAPUR RUTAN BATANG, PETUGAS MULTIFUNGSI
Batang, INFO_PAS - Matahari belum terbit. Bahkan adzan subuh pun belum berkumandang. Namun aktifitas di dapur Rutan Batang telah dimulai. Sedikit berbeda dengan pegawai pada umumnya, staf dapur rutan telah memulai jam kerjanya pada pukul 03.00 pagi setiap harinya. Sebagai petugas pemasyarakatan yang mengemban tugas di dapur Rutan Batang tentu mempunyai beragam tantangan. Menurut Purwanto, staf dapur Rutan Batang, seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berjumlah 258 orang menerima jatah makan sesuai jadwal menu harian. "Ini merupakan tugas yang harus dikerjakan dengan penuh dedikasi sebab kebutuhan makan adalah kebutuhan manusia yang paling dasar yang wajib dipenuhi,” ujar Purwanto kepada INFO_PAS. Menjadi staf dapur, ia ibaratkan seperti gabungan pekerjaan antara seorang chef dan juga nutrisionis. Betapa tidak, sebagai petugas yang bertanggungjawab atas segala yang dimakan oleh ratusan WBP setiap harinya, kesesuaian menu, jumlah kalori, serta rasa makanan yang disajikan tentu harus selalu terpantau. “Apalagi bila ada WBP yang sedang sakit dan membutuhkan menu khusus seperti bubur, tentu juga harus diberikan. Kalau bukan kita yang melayani mereka, siapa lagi,” ujarnya . Rutan Batang mungkin bukanlah restoran bintang lima, namun pelayanan makanan sebagai pemenuhan hak dasar WBP sebagai manusia tetap wajib diberikan dengan kualitas prima. “Tugas ini melekat pada setiap petugas pemasyarakatan dimanapun bidang tugasnya,” ucap Purwanto menutup wawancara.   Kontributor: Fanny Y. Irawan (Rutan Batang)  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0