TAHANAN MEDAENG TARAWIH BERGANTIAN

SURABAYA (bangsaonline) –Bulan suci Ramadan juga dinikmati oleh para penghuni Rumah Tahanan (rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Pihak rutan juga menyediakan fasilitas dan waktu kepada paratahanan atau narapidana muslim, yang ingin melaksanakan ibadah khusus di bulan Ramadan, seperti Salat Tarawih, tadarusan, buka puasa, dan sahur.   Di Rutan Medaeng, ada sebanyak 1.488 warga binaan muslim yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan, dari seluruh jumlah tahanan dan napi yang ada di sana. ”Ada program khusus yang kami laksanakan,” kata Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng Teguh Hartaya, dikonfirmasi Minggu (29/6).   Sama dengan warga bebas lainnya, para tahanan dan napi di rutan juga diberi keleluasaan untuk melaksanakan ibadahnya. Namun, tentu saja tetap ada perbedaan. Karena mereka tahanan dan napi, ada saja peraturan dan pengawasan yang dilakukan pihak rutan saat para tahanan atau napi melaksanakan ibadah. &nbs
TAHANAN MEDAENG TARAWIH BERGANTIAN

SURABAYA (bangsaonline) –Bulan suci Ramadan juga dinikmati oleh para penghuni Rumah Tahanan (rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Pihak rutan juga menyediakan fasilitas dan waktu kepada paratahanan atau narapidana muslim, yang ingin melaksanakan ibadah khusus di bulan Ramadan, seperti Salat Tarawih, tadarusan, buka puasa, dan sahur.   Di Rutan Medaeng, ada sebanyak 1.488 warga binaan muslim yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan, dari seluruh jumlah tahanan dan napi yang ada di sana. ”Ada program khusus yang kami laksanakan,” kata Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng Teguh Hartaya, dikonfirmasi Minggu (29/6).   Sama dengan warga bebas lainnya, para tahanan dan napi di rutan juga diberi keleluasaan untuk melaksanakan ibadahnya. Namun, tentu saja tetap ada perbedaan. Karena mereka tahanan dan napi, ada saja peraturan dan pengawasan yang dilakukan pihak rutan saat para tahanan atau napi melaksanakan ibadah.   Di antaranya, mengatur jadwal tahanan-napi saat salat Tarawih berjemaah. Tahanan-napi diatur berjemaah melaksanakan salat Tarawih secara bergantian. Teguh menuturkan, jadwal diatur bergantian untuk alasan keamanan. Selain itu, tidak semua warga binaan bisa langsung salat Tarawih berjemaah di masjid rutan karena kapasitasnya yang tak memadai.   Teguh menjelaskan rinci, setiap hari ada dua blok yang mendapatkan giliran untuk melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di masjid rutan. Misalnya, hari ini blok A dan B, hari selanjutnya giliran warga binaan blok D dan C. Setiap pelaksanaan salat Tarawih, ada dua petugas disiagakan untuk memelototi jemaah.   Selain Tarawih, jelas Teguh, tahanan-napi juga difasilitasi pihak rutan dengan program Ramadan lainnya. Seperti tadarusan setelah salat Tarawih dan diskusi hukum Islam sesudah salat Dzuhur. Menyesuaikan dengan waktu puasa, pemberian konsumsi untuk tahanan-napi juga berubah. Pihak rutan baru memberikan jatah makan-minum saat buka dan sahur. ”Untuk tahanan nonmuslim tetap diberi jatah makan seperti biasa,” jelasnya.   Sumber : bangsaonline.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0