Tak Berbeda UN di Sekolah Umum dan Lapas Anak Tangerang

 Lapas Anak Tangerang

Ujian Nasional (UN) untuk siswa Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) sejatinya tidak membedakan strata antara warga yang hidup dilingkungan sosial  seperti biasa dengan warga yang masih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Seperti diketahui UN digelar secara serentak di Indonesia.  Hal ini juga berlaku di (Lapas) Anak Tangerang, Provinsi Banten, Senin (5/5). Dari 19 peserta Ujian yang dijadwalkan,  hanya 15  Peserta yang hadir,  4 orang diantaranya yang tidak hadir  karena dinyatakan masa tahanannya telah habis, ujar  Heni Yuwono Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Anak Tangerang. “Pihak  kami sudah menghubungi mer

 Lapas Anak Tangerang

Ujian Nasional (UN) untuk siswa Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) sejatinya tidak membedakan strata antara warga yang hidup dilingkungan sosial  seperti biasa dengan warga yang masih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Seperti diketahui UN digelar secara serentak di Indonesia.  Hal ini juga berlaku di (Lapas) Anak Tangerang, Provinsi Banten, Senin (5/5). Dari 19 peserta Ujian yang dijadwalkan,  hanya 15  Peserta yang hadir,  4 orang diantaranya yang tidak hadir  karena dinyatakan masa tahanannya telah habis, ujar  Heni Yuwono Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Anak Tangerang. “Pihak  kami sudah menghubungi mereka, namun  mereka tidak hadir juga pada hari ini,” ujarnya. Heni Yuwono lebih lanjut mengatakan, untuk para peserta UN tingkat SMP yang dimulai hari ini pihaknya telah  mempersiapkan 1 ruang kelas dan untuk 2 orang pengawas yang di datangkan dari SMPN 2 Tangerang. Lebih jauh Heni Menjelaskan bahwa pihaknya sampai sejauh ini tidak mengalami kesulitan dalam menyelenggarakan salah satu agenda yang telah diwajibkan dan ditetapkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Sebab kata Heni menuturkan, agenda ujian ini memang telah diselenggarakan secara berkesinambungan oleh pihaknya. Terkait dengan materi ujian Heni menjelaskan, materi nya sama sekali tidak berbeda dengan Sekolah-sekolah yang ada di sekolah umum. “Jadi tidak ada bedanya seperti Sekolah lain yang melaksanakan UN,” katanya menambahkan. Saat ditanya seputar persiapan peserta ujian Heni mengatakan, para warga binaan sebagaimana telah diatur dalam ketentuan UU Pendidikan juga berhak mendapat pendidikan, oleh karenanya mereka juga sudah siap menghadapinya. "Mereka sudah mulai belajar sejak lama. Staf pengajarnya direkrut dari tenaga lapas dan dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang," kata Heni lagi. Layaknya anak SMP pada umumnya, para warga binaan juga diberi try out (latihan-red) sebelum menghadapi ujian sesungguhnya. "Pendidikan ini perlu bagi mereka, supaya derajat mereka terangkat di mata masyarakat," pungkas Heni menjelaskan kepada Tangerang Today. Sementara itu Juhdi, salah satu peserta ujian di lapas tersebut mengaku tidak menemui kesulitan dalam mengerjakan soal soal tersebut, karena dirinya sudah belajar semenjak dua bulan yang lalu. Masih kata Juhdi, dirinya juga mengaku senang bisa ikut ujian nasional, pasalnya karena dirinya dan kawan-kawan masih mempunyai harapan untuk meneruskan pendidikan yang jenjangnya yang lebih tinggi lagi, walaupun sementara ini berada di dalam Lapas. (cenks) Sumber :  tangerangtoday.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0