Tak Pernah Dijenguk Orang Tua, Disiplin Salat Wajib

Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan biasanya ramai. Namun Senin (13/4), suasananya hening diisi 25 warga binaan yang sedang menjalani ujian paket C. Rio Hermawan salah satunya. Siapa sangka, remaja berusia 17 tahun ini dijebloskan ke balik jeruji besi akibat perbuatannya memerkosa sehingga diganjar hukuman lima tahun penjara. Perbuatan bejatnya itu dianggapnya sebagai masa lalu dan kini saatnya membuka lembaran baru demi masa depan yang lebih baik. “Dulu itu aku khilaf,” ucap Rio Hermawan dengan tatapan nanar. Wajahnya tertunduk mengenang kekhilafan yang diperbuatnya. Di dalam ruangan berukuran 5x8 meter, Rio-akrab Rio Hermawan disapa-duduk mengenakan seragam biru hitam bertuliskan alumni ESQ (Emotional Spiritual Quotient). Di salah satu sudut ruangan itu, terpampang tulisan “Jangan Berisik Sedang Dilakukan Ujian”. Rio dengan teliti mengisi satu per satu lembar jawaban yang ada di atas meja. Remaja kelahiran Trenggalek 9 Juni 1997 ini menyatak

Tak Pernah Dijenguk Orang Tua, Disiplin Salat Wajib
Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan biasanya ramai. Namun Senin (13/4), suasananya hening diisi 25 warga binaan yang sedang menjalani ujian paket C. Rio Hermawan salah satunya. Siapa sangka, remaja berusia 17 tahun ini dijebloskan ke balik jeruji besi akibat perbuatannya memerkosa sehingga diganjar hukuman lima tahun penjara. Perbuatan bejatnya itu dianggapnya sebagai masa lalu dan kini saatnya membuka lembaran baru demi masa depan yang lebih baik. “Dulu itu aku khilaf,” ucap Rio Hermawan dengan tatapan nanar. Wajahnya tertunduk mengenang kekhilafan yang diperbuatnya. Di dalam ruangan berukuran 5x8 meter, Rio-akrab Rio Hermawan disapa-duduk mengenakan seragam biru hitam bertuliskan alumni ESQ (Emotional Spiritual Quotient). Di salah satu sudut ruangan itu, terpampang tulisan “Jangan Berisik Sedang Dilakukan Ujian”. Rio dengan teliti mengisi satu per satu lembar jawaban yang ada di atas meja. Remaja kelahiran Trenggalek 9 Juni 1997 ini menyatakan dirinya sudah banyak berubah. Setelah dijebloskan ke penjara, ia bertobat, tak pernah absen melaksanakan salat lima waktu, dan mengikuti pelatihan ESQ demi memperbaiki tingkah lakunya saat ini. “Saya ingin berubah dengan mengikuti ujian persamaan ini,” kata Rio menjelaskan alasan ikut ujian persamaan paket C. Dia berharap, seluruh materi yang diujikan akan mendapatkan nilai yang memuaskan. Dengan begitu, kelak ketika dinyatakan boleh menghirup udara bebas, masa depannya tak lagi kelam seperti yang sudah dikuburnya. Masih di lapas, Kasi Binadik, Toni mengatakan, Rio telah mengalami peningkatan dibandingkan pertama kali ditetapkan menjadi terdakwa. Kini ia bahkan menjadi teladan bagi teman-teman lainnya untuk mengikuti salat lima waktu secara tepat waktu. “Dia (Rio, Red) lebih rajin salat. Lima waktunya tidak pernah terlewatkan. Intinya ia menyesal dengan segala perbuatannya terdahulu,” jelas Toni. Toni sebenarnya ironi dengan kondisi Rio. Kedua orang tuanya berada di Jawa dan tak pernah menjenguk selama berada di dalam lapas. Pernah sekali menghubungi via telepon tapi itu tidak cukup mengobati rasa rindu antara hubungan orang tua dengan anak. Jeki, sahabat baik Rio yang juga tergabung dalam Anak Didik Lapas (Andikpas) menilai Rio merupakan orang yang tangguh. Ia tidak pernah mencurahkan permasalahan yang dimilikinya. Bukan karena tertutup, tapi lebih karena ia tidak ingin membebankan orang lain dengan masalahnya. “Rio bukan anak yang cengeng, ia bahkan terlihat teguh menjalani harinya di sini,” imbuh Jeki. Hanya motivasi yang sering diberikan Jeki sebagai seorang sahabat. Keberhasilan Jeki lulus dalam ujian paket C tahun lalu menjadi contoh nyata bahwa seorang narapidana memiliki kesempatan yang sama dengan remaja seumurannya. Kini Rio harus menghabiskan masa mudanya dengan sesama para narapidana lainnya selama empat tahun ke depan. Dengan bekal hasil ujian paket C diharapkan mampu mengubah nasibnya bila telah keluar dari lapas nanti. Sambil bersenda gurau, Rio meminta izin kepada Balikpapan Pos untuk belajar mempersiapkan diri menghadapi ujian esok hari. “Saya pamit dulu ingin belajar buat esok. Saya juga sudah lapar karena menjawab soal-soal tadi,” ujarnya sambil berlalu melewati pintu ruangan. (*) Sumber : balikpapanpos.co.id

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0