Tim Bui, Kisah Tentang Kehidupan di Balik Lapas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Search for Common Ground (SfCG) organisasi non‐pemerintah yang fokus bekerja mengubah cara dunia dalam menangani konflik, mengangkat kehidupan di balik Lapas melalui serial 'Tim Bui' yang diproduksi oleh SET Film. Seri perdana film ini rencananya akan diputar Rabu (8/2/2012) besok di lingkungan terbatas.
Dalam serial 'Tim Bui' ini, hubungan antar etnis warga Lapas diubah menjadi kerjasama yang saling menguntungkan dengan menggunakan sepakbola sebagai alat pemersatu dalam mengatasi perbedaan.
'Tim Bui' juga mengangkat isu‐isu sosial di Indonesia seperti intoleransi terhadap minoritas, korupsi, reformasi kelembagaan, kepemimpinan perempuan dan de‐radikalisasi teroris yang juga merupakan fokus pekerjaan SFCG.

Tim Bui, Kisah Tentang Kehidupan di Balik Lapas
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Search for Common Ground (SfCG) organisasi non‐pemerintah yang fokus bekerja mengubah cara dunia dalam menangani konflik, mengangkat kehidupan di balik Lapas melalui serial 'Tim Bui' yang diproduksi oleh SET Film. Seri perdana film ini rencananya akan diputar Rabu (8/2/2012) besok di lingkungan terbatas.
Dalam serial 'Tim Bui' ini, hubungan antar etnis warga Lapas diubah menjadi kerjasama yang saling menguntungkan dengan menggunakan sepakbola sebagai alat pemersatu dalam mengatasi perbedaan.
'Tim Bui' juga mengangkat isu‐isu sosial di Indonesia seperti intoleransi terhadap minoritas, korupsi, reformasi kelembagaan, kepemimpinan perempuan dan de‐radikalisasi teroris yang juga merupakan fokus pekerjaan SFCG.
Film 'Tim Bui' bercerita tentang sosok Agung yang seorang sipir penjara yang menolak kekerasan dalam mengelola napi di penjara Lawang Betung, penjara yang terkenal penuh dengan kekerasan.
Nina, kepala sipir baru diragukan oleh opini umum akan bisa menangani penjara Lawang Betung. Terlebih oleh Iwan, kepala keamanan Penjara dan juga sipir korup yang sangat merendahkan Nina. Akibat Nina dan Agung, tindak tanduk Iwan mencari uang dari penghuni penjara, terhambat.
Agung mempunyai ide untuk mempersatukan dua kubu di lapas yang saling berseteru dengan permainan bola. Sulit sekali bagi Agung mengatasi perbedaan antara Joko (kepala Geng Jawa) dan Togar (pimpinan Geng Batak) beserta anak buah mereka.
Namun Agung tetap yakin sepak bola akan mempersatukan mereka semua. Permasalahan demi permasalahan pun timbul seiring dengan niat mulia Agung yang juga harus bergelut dengan permasalahan pribadi dimana anaknya Menik sakit keras dan membutuhkan banyak biaya.
Agung pun dihadapkan kepada dilema antara berbuat baik atau korup seperti yang dilakukan Iwan demi anaknya.
Akankah Agung berhasil melalui semua itu? Ataukah ia akan menyerah pada keadaan? Berhasilkah niatan Agung untuk membuat perdamaian di Penjara Lawang Betung? Akankah dia mengorbankan kesehatan putrinya demi prinsip yang selama ini dia jaga?
Penulis: Eko Sutriyanto  |  Editor: Dewi Agustina www.tribunnews.com/2012/02/07/tim-bui-cerita-tentang-kehidupan-di-balik-lapas

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0