Usir Jenuh, Napi Lapas Magelang Produksi Kasur Busa

MAGELANG, suaramerdeka.com – Meski di dalam rumah tahanan (rutan), sejumlah warga binaan tetap bisa berkreasi. Mereka diberi kebebasan mengeksplorasi kemampuannya untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri atau orang lain. Seperti yang dilakukan para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Magelang dengan memproduksi kasur busa. Tidak kalah dari produksi pabrik, kasur pegas buatan tangan mereka berkualitas cukup baik dan bisa diunggulkan dengan harga yang terjangkau. Kepala Lapas II A Magelang, I Made Darma Jaya mengatakan, kegiatan para warga binaan atau narapidana (Napi) di dalam tahanan cukup beragam. Salah satunya yang terbaru adalah membuat kasur busa bermacam ukuran. "Baru awal tahun 2013 ini pembuatan kasur busa dimulai. Ada sekitar 10 orang yang menekuni pembuatan kasur busa ini. Semua dilakukan di dalam Lapas," ujarnya di kantornya, Rabu (14/8). Dia menuturkan, aktivitas produksi ini jadi salah satu program yang dikembangkan di dalam tahan

Usir Jenuh, Napi Lapas Magelang Produksi Kasur Busa
MAGELANG, suaramerdeka.com – Meski di dalam rumah tahanan (rutan), sejumlah warga binaan tetap bisa berkreasi. Mereka diberi kebebasan mengeksplorasi kemampuannya untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri atau orang lain. Seperti yang dilakukan para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Magelang dengan memproduksi kasur busa. Tidak kalah dari produksi pabrik, kasur pegas buatan tangan mereka berkualitas cukup baik dan bisa diunggulkan dengan harga yang terjangkau. Kepala Lapas II A Magelang, I Made Darma Jaya mengatakan, kegiatan para warga binaan atau narapidana (Napi) di dalam tahanan cukup beragam. Salah satunya yang terbaru adalah membuat kasur busa bermacam ukuran. "Baru awal tahun 2013 ini pembuatan kasur busa dimulai. Ada sekitar 10 orang yang menekuni pembuatan kasur busa ini. Semua dilakukan di dalam Lapas," ujarnya di kantornya, Rabu (14/8). Dia menuturkan, aktivitas produksi ini jadi salah satu program yang dikembangkan di dalam tahanan. Para napi diberi pelatihan atau kursus berbagai keahlian dari las, bengkel, bangunan, hingga pembuatan kasur busa. Hal ini dilakukan agar para warga binaan tetap memiliki skill yang bisa dikembangkan selepas mereka keluar dari tahanan. Program ini pun terbilang cukup berhasil, karena tidak sedikit eks warga binaan memiliki usaha mandiri di tempat tinggalnya masing-masing. "Lagipula dari pada mereka jenuh tanpa ada kegiatan, lebih baik kita beri pelatihan dan usaha. Usaha kasur busa ini termasuk paling anyar yang dikembangkan setelah mereka mengikuti pelatihan," katanya. Produk kreasi tangan mereka cukup baik dan laik dijual secara umum. Ada berbagai ukuran yang bisa dibuat, seperti ukuran 160 x 200 cm dan 180 x 200 cm. Juga menerima ukuran sesuai pesanan konsumen. Harga pun cukup terjangkau, seperti Rp 1,7 juta (ukuran 160 x 200 cm) dan Rp 1,9 juta (ukuran 180 x 200 cm). Untuk bahan yang digunakan, kata Made semua diambil dari daerah Wonosobo, seperti kain, per (pegas), besi, kawat, dan lem. Proses pembuatan pun cukup sederhana, dimulai dari pemotongan kain, menjahit, pemasangan pegas, dan merangkainya menjadi kasur. "Waktu pembuatan tergantung ukuran. Rata-rata satu buah kasur busa dibuat selama 4 hari atau paling lama seminggu. Sejauh ini mereka sudah menghasilkan lebih dari 20 buah," tuturnya. Agus S (30), salah satu perajin mengaku, kegiatan pembuatan springbed ini sangat bermanfaat. Selain mengisi hari-hari di dalam Lapas, juga bisa jadi modal usaha selepas keluar dari tahanan. Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2013/08/14/168217/Usir-Jenuh-Napi-Lapas-Magelang-Produksi-Kasur-Busa

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0